Anda Dibayar Dengan Mengklik Iklan, Mau? Klik Banner Dibawah ini!

Cara Cepat Tingkatkan Pengunjung Blog

Saturday, November 26, 2011

Laporan Best Practice


Di tengah-tengah kompetisi globalisasi yang semakin modern seperti itu sangat dibutuhkn kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal. Padahal berdasarkan data yang dikeluarkan oleh HDR (Human Resource Department) 2005 dinyatkan bahwa Human Development Index (HDI) Negara Indonesia berada di posisi 110 (Denny, 2005: 221). Data tersebut menunjukkan rangking kualitas SDM Indonesia berada di bawah negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura, Thailand dan Malaysia.
H.A.R Tilaar (2002: 1) menyatakan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia  yang rendah tentu tidak menguntungkn bagi perkembangan suatu bangsa. Kulaitas Sumber Daya Manusia ditentukan oleh mutu dan kualitas pendidikan Oleh karena itu, haruslah ada kesadaran bersama bagi bangsa Indonesia untuk menciptakan manusia yang memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan dan peluang arus globalisasi. Salah satu pemeran utama yang tepat dalam menciptakan Sumber Daya yang berkualitas adalah pada pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional.
Sekolah mempunyai andil yang penting dalam menciptakan SDM yang berkualitas. Untuk menciptakan harapan tersebut, pemerintah telah mengambil kebijakan di bidang manajemen sekolah yang disebut Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dengan dikuatkan dalam Undang-Undang Sistem Pendiidkan Nasional nomor 20 Tahun 2003 sebagai berikut
Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah dilaksankan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah.

Keefektifan program Manajemen Berbasis Sekolah adalah standar mutu sekolah dengan akuntabilitas publik yang cukup tinggi, manajemen yang partisipatif dan transparan. Untuk tolak ukur mutu sekolah sangat ditentukan oleh salah satu factor, yaitu  prestasi peserta didik (student achievement). Paradigma ini sangat penting karena masyarakat beranggapan bahwa sekolah yang maju adalah yang unggul dalam prestasi.
Upaya untuk meningkatkan prestasi peserta didik (student achievement) tidaklah mudah. Ada banyak tantangan dan hambatan dalam mewujudkan hal tersebut. Hal ini juga dihadapi di lingkungan SD Negeri Cangkring B2 Kecamtan Karanganyar Kabupaten Demak. Sekolah yang letaknya di ibukota kecamatan, prestasi peserta didiknya dari tahun ke tahun statis dan tidak berkembang. Untuk bersaing ditingkat Kecamatan saja sulit. Kalah dengan Sekolah Dasar lainnya. Hal ini juga berimbas kepada kepercayaan dan antusiasme  masyarakat untuk menitipkan putra-putrinya di SD Negeri Cangkring B2. Sejak pertama kali melaksankan tugas di SD Negeri Cangkring B2 banyak tantangan dan hambatan  yang harus dihadapi dalam rangka meningkatkan prestasi peserta didik. 
Dari berbagai masalah yang dapat diidentifikasi. Untuk mengatasi masalah di SD Negeri Cangkring B2 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Demak meliputi berbagai hal seperti : iklim sejuk dan budaya sekolah, manajemen sekolah, etos kerja guru, kedisiplinan, sarana dan prasarana dan tentunya strategi. Masalah ini merupakan masalah yang komplek karena membutuhkan skala prioritas agar penangannya tepat. Untuk memahami lebih jauh permasalahan pencapaian peserta didik tersebut dituangkan dalam laporan yang berjudul “Kreatif adalah Kunci Keberhasilan Peningkatan Prestasi Peserta Didik di SD Negeri Cangkring B2 Kecamatan Karananyar Kabupaten Demak”.
 
Berdasarkan latar belakang diatas dapat disimpulkan harus memilih strategi dalam upaya meningkatkan prestasi peserta didik. Setiap warga sekolah memiliki tanggung jawab sesuai dengan kemampuan dan bidangnya masing-masing termasuk Kepala Sekolah. Sebagai leader atau pemimpin di sekolah, Kepala Sekolah memiliki peran yang sangat strategis. Keberhasilan program di sekolah akan ditentukan seberapa besar daya dukung kepala sekolah dalam melaksankan manajemen di sekolah yang dipimpinnya. Untuk memberi panduan dalam pembahasan makalah ini, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut.
1.    Bagaimanakh langkah nyata untuk meningkatkan peserta didik di SD Negeri Cangkrig B2 melalui pengembangan sikap kreatif? 
2.  Apa sajakah dmapak nyata dari sikap kreatif yang dikembangkan di SD Negeri Cangkring B2?
 
Dari perumusan masalah di atas maka strategi pemecahan masalah yang dapat ditempuh adalah sebgai berikut
1.      Mengkaji visi sekolah
2.      Menyusun tujuan program sekolah yang jelas
3.      Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan elemen sekolah.
4.      Melaksanakan program bimbingan melalui berbagai cara-cara baru
5.      Melaksanakan monitoring dan evaluasi sebagai program berikutnya.
      6.   Memberikan reward sebagai motivasi.




No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya. Semoga bermanfaat dan menghibur. Silahkan tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini. Saya akan segera membalas komentar anda.