Anda Dibayar Dengan Mengklik Iklan, Mau? Klik Banner Dibawah ini!

Cara Cepat Tingkatkan Pengunjung Blog

Tuesday, February 7, 2012

Gunung Berapi Krakatau Lahir Kembali

Krakatau adalah legenda tersohor dengan gaungnya tak pernah pudar hingga kini. Anak Krakatau terus bertambah tinggi dengan diiringi aktivitas vulkanik yang rutin. Gunung yang terletak di Selat Sunda ini pernah meletus dahsyat tahun 1883 yang menghancurkan gunung Krakatau sendiri. Saat itu yang diingat adalah lontaran material yang berjumlah besar dan gelombang tsunami setinggi 36 meter. Korban jiwa saat itu mencapai 36.000 orang, dengan tak terhitung kerugian materi. Krakatau kini melahirkan Anak Krakatau, dan ancaman letusan dahsyat satu abad silam masih mengintai dari dasar bumi.

Sejarah Vulkanologi

Pembentukan komplek gunung krakatau pada zaman pra sejarah diawali dengan adanya sebuah gunung api yang sangat besar yang disebut Krakakatau Besar yang berbentuk Kerucut. Pada ratusan ribu tahun yang lalu terjadi letusan dasyat yang menghancurkan dan menenggelamkan lebih dari 2/3 bagian Krakatau.Akibat letusan tersebut menyisakan tiga  pulau kecil, yaitu Pulau Rakata, Panjang dan Sertung. Pertumbuhan lava yang terjadi di dalam Kaldera Rakata membentuk dua pulau vulkanik baru yaitu Danan dan Perbuatan. Pada tanggal 27 Agustus 1883 terjadi letusan besar dan menghancurkan  sekitar 60% tubuh Krakatau di bagian Tengah sehingga terbentuk lubang kaldera berdiameter kurang lebih 7 km dan menyisakan 3 pulau kecil YAITU Rkata, Panjang dan Sertung. Kegiatan vulkanik  di bawah permukaan laut terus berlangsung dan periode 1927-1929 muncul sebuah dinding kawah ke permukaan laut sebagai hasil erupsi. Pertumbuhan ini terus berlangsung  membentuk pulau yang disebut Anak Krakatau

Vegetasi dan Spesies Baru  di Anak Krakatau 

Setelah mengalami erupsi beberapa kali, lingkungan disekitar Komplek Krakatau menjadi subur dan mendukung tumbuhnya vegetasi baru, antara lain : Cemara Laut, Petai Laut, Rumput, Ambong-Ambong, Ficus Fulva, anggrek, kelapa muda  dan sebagainya. Setelah kejadian yang mencekam itu kemudian juga mulai muncul beberapa spesies lagi, antara lain laba-laba (1884), tikus (1915), ular dan biawak (1921)

Akibat dari Letusan Gunung Krakatau

Letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 walaupun lebih kecil dari letusan-letusan sebelumnya, menunjukkan kejadian  yang paling mencekam sepanjang sejarah.
Suara letusan terdengar di 1/13 permukaan bumi dari yang paling jauh di barat kepulauan Mauritius (4.800 km) ke Australia Selatan (3.200 km)
Kenaikan tekanan atmosfer tercatat pada barometer sebesar 7 kali di seluruh dunia.
Debu di dalam atmosfer membuat kegelapan yang sangat luar biasa hampir di seluruh belahan bumi
Sejumlah batu besar terapung-apung di  permukaan laut dan masih terus ditemui pada tahun 1885.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya. Semoga bermanfaat dan menghibur. Silahkan tinggalkan komentar demi kemajuan blog ini. Saya akan segera membalas komentar anda.